Penelitian NASA 10 Lokasi Untuk Temukan Kehidupan di Luar Angkasa | BHIBIT ARIANTO
Change Background of This Blog!


Lihat

 

Minggu, 14 Juli 2013

Penelitian NASA 10 Lokasi Untuk Temukan Kehidupan di Luar Angkasa

0 komentar
CALIFORNIA - Upaya untuk menemukan kehidupan asing telah dilakukan ilmuwan, termasuk meneliti asteroid yang ada di luar angkasa maupun meteorit yang pernah jatuh ke Bumi. NASA juga berusaha mencari kehidupan asing di luar Bumi melalui robot jelajah Curiosity dengan misi senilai USD2,6 miliar ke Mars.
Meskipun tidak ada bukti konkret bahwa makhluk luar angkasa pernah dikonfirmasi. Namun, tampaknya setiap wahana antariksa telah diluncurkan dan dijadwalkan untuk meluncur untuk menemukan kehidupan asing tersebut.
Beberapa tempat atau benda bisa dieksplorasi dan diteliti oleh ilmuwan guna mencari kehidupan ekstraterestrial. Seperti dilansir Discovery, Selasa (2/4/2013), inilah 10 tempat yang dipercaya bisa mengungkap kehidupan lain di luar Bumi.
1. Meteorit
Ada lebih dari 22.000 meteorit yang terdokumentasi pernah ditemukan di Bumi. Benda luar angkasaini diketahui memiliki komponen organik yang tertanam di dalamnya. Pada 1996, sekelompok ilmuwan mengumumkan bahwa mereka menemukan bukti kuat terkait mikrofosil pada meteorit Mars yang mendarat di wilayah Antartika. Ilmuwan menduga pernah ada kehidupan di planet merah pada 3,6 miliar tahun lalu.
2. Mars
Planet merah ini telah sejak lama menjadi target ilmuwan untuk menemukan kehidupan asing. Akan tetapi, lanskap Mars yang gersang dan tandus, masih menjadi misteri apakah planet tetangga terdekat Bumi ini memiliki bentuk kehidupan sederhana. Pada 2008, Phoenix Mars Lander mengirimkan foto potongan es yang ditemukan di Mars. Ini bisa menjadi penemuan besar terkait pencarian air yang merupakan bahan kunci untuk lahirnya sebuah kehidupan.

3. Europa
Europa bukanlah nama benua yang ada di Bumi, melainkan bulan yang mengorbit pada planet Jupiter. Ilmuwan menduga bahwa bulan ini bisa menjadi rumah sederhana bagi mikroorganisme, bahkan kehidupan yang lebih kompleks. Ilmuwan berteori selama bertahun-tahun bahwa terdapat samudera yang bersembunyi di bawah permukaan es Europa, di mana area tersebut mengandung oksigen.


4. Callisto
Ilmuwan menyatakan bahwa Callisto merupakan sebuah “bulan mati dan membosankan” hingga ditemukannya laut asin yang kemungkinan terletak di bawah permukaannya. Pesawat luar angkasa NASA Galileo pernah diterbangkan untuk mengamati bulan terbesar kedua milik Jupiter itu pada 1996 dan 1997. NASA Galileo menemukan bahwa Callisto memiliki medan magnet yang bervariasi.


5. Titan
TItan merupakan bulan milik Saturnus dengan temperatur permukaannya yang mencapai minus 300 derajat fahrenheit. Meskipun demikian, ilmuwan mengambil pengamatan lebih dekat pada bulan ini dan menemukan blok bangunan yang berpotensi mendukung kehidupan dasar di bulan tersebut. Walaupun kekurangan sinar matahari, penyelidikan NASA Huygens mendeteksi apa yang tampak seperti metana cair di permukaan planet ini pada 2005.
6. Enceladus
Satelit Cassini milik NASA melakukan pengamatan pada salah satu geyser Enceladus yang memuntahkan es dan gas pada 2005. Enceladus merupakan bulan keenam terbesar milik Saturnus yang kabarnya mengandung hidrogen, nitrogen dan oksigen. Semua elemen kunci tersebut diyakini mendukung munculnya organisme hidup.

7. Exoplanet

Exoplanet merupakan planet yang ada di luar sistem tata surya. Ilmuwan memprediksi bahwa galaksi Bima Sakti dihuni oleh sekira 400 miliar bintang dan exoplanet yang tidak terhitung jumlahnya. Exoplanet atau planet ekstrasurya ini mengorbit bintang lain yang berbeda dengan matahari yang ada di tata surya. Kabarnya, exoplanet dengan kode nama HD 209458 yang ditemukan pada 1999 memiliki komponen organik, selain itu air, metana dan karbondioksida di atmosfernya.

8. Nebula Orion 
Pada Mei 2010, Herschel Space Observatory milik European Space Agency (ESA) mengumumkan bahwa Nebula Orion terletak sekira 1.500 tahun cahaya dari Bumi. Objek ini diduga menunjukkan tanda-tanda kehidupan melalui bahan kimia organik. Melalui data yang dikumpulkan oleh teleskop, astronom mampu mendeteksi pola untuk beberapa molekul pendukung kehidupan seperti air, karbon monoksida, metanol, hidrogen sianida, oksida sulfur serta beleran dioksida.
9. Dying Red Giant Stars
Pada 2005, tim astronom internasional menemukan bahwa kematian bintang raksasa merah bisa bertindak sebagai defibrillator  yang mampu “membangkitkan” kembali planet es dari kematian. Kelahiran kembali ini diyakini bisa menumbuhkan kehidupan baru. Apabila sinar dari bintang yang mati ini mampu menerpa seluruh exoplanet dan bulan, lapisan es pada tubuh palnet akan mencair. Tahap inilah kehidupan mungkin dapat muncul dalam bentuk samudera yang mengalir.

10. Alam Semesta yang Belum Terjelajah
Alam semesta (universe) merupakan sebuah ruang (luar angkasa) yang tak terbayangkan, yang luas dan dipenuhi planet, bintang, sistem, nebula, gas dan debu. Ilmuwan meyakini kehidupan itu dapat muncul bila terdapat unsur asam amino, DNA dan membutuhkan air untuk bertahan hidup. Namun, astrofisika Stephen Hawking berteori bahwa kehidupan bisa saja ada di luar Bumi, tanpa perlu adanya elemen karbon

0 komentar: